Ikan Hiu Paus Terdampar di Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan

Pacitan (14/07/2020), Dari laporan masyarakat adanya ikan Hiu Paus (Rhyncodon typus) yang terdampar di pantai Gondang Desa Pagerkidul Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan pada tanggal 13 Juli 2020 sekira jam 17.00 WIB dalam kondisi mati dan mengapung di perairan dan ada upaya dari masyarakat untuk menarik bangkai ikan tersebut ke daratan. Atas laporan masyarakat tersebut maka Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan mengirimkan peserta pemantau sebanyak 9 orang yang terdiri dari :

  1. Asisten II Setkab Pacitan
  2. Staf Ahli Bupati Pacitan
  3. Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan
  4. Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan
  5. Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan
  6. Kasi Pengelola SDI Dinasd Perikanan Kabupaten Pacitan
  7. POLAIR Kamladu Pacitan sebanyak 2 orang
  8. Staf Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan

Dari hasil pengamatan langsung dapat dilaporkan sebagai berikut:

  • Ikan terdampar berjenis ikan Hiu Paus (Rhyncodon typus). Panjang ikan mencapai 5 meter dengan bobot sekitar 1.5 Ton.
  • Hiu Paus Tutul (Rhyncodon typus) termasuk ikan yang dilindungi penuh oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Permen KP Nomor 18 tahun 2013tentang Penetapan status perlindungan penuh Ikan Hiu Paus (Rhyncodon typus)
  • Ikan terdampar di pantai Gondang Desa Pagerkidul Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan pada tanggal 13 Juli 2020 sekira jam 17.00 WIB dalam kondisi mati/bangkai dan mengapung di perairan. Kemudian ada upaya masyarakat sekitar untuk menarik bangkai ikan tersebut ke daratan.
  • Bangkai yang tersisa, selanjutnya dengan bantuan masyarakat di kubur di pesisir pantai. 

 

RAPAT PEMBINAAN INTERNAL DI LINGKUNGAN DINAS PERIKANAN KAB. PACITAN

 

Pacitan (08/07/2020), Rapat Pembinaan Internal di lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan yang diselenggarakan pada tanggal 08 Juli 2020 bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Perikanan yang sedianya dihadiri oleh semua karyawan/ karyawati Dinas Perikanan baik yang PNS dan Non PNS. Pada kesempatan tersebut Bapak Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Drs. SUMOROHADI, M.Si memberikan atensi atas banyaknya kejadian pegawai yang bekerja di beberapa instansi di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan yang datang terlambat dalam bekerja dengan alasan pandemi COVID-19 yang dalam beberapa sidak terbukti datang terlambat. Dengan kejadian tersebut Plt. Kepala Dinas Perikanan mengingatkan kembali kepada seluruh karyawan/karyawati Pegawai Dinas Perikanan jangan sampai hal tersebut terjadi di lingkup Dinas Perikanan. Harapannya adalah kedisiplinan tetap dijaga oleh seluruh karyawan dan karyawati lingkup Dinas Perikanan walau pandemi COVID-19 masih terjadi di Kabupaten Pacitan. Selanjutnya adalah atensi  dengan adanya PILKADA di Kabupaten Pacitan dalam waktu dekat, maka dengan itu diminta dengan sangat kepada seluruh karyawan dan karyawati Dinas Perikanan harus bersikap “NETRAL” dalam menyikapi PILKADA Kabupaten Pacitan yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.     

 

Rapat Teleconference dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Tentang “Rencana Kegiatan Fasilitasi Kampung Nelayan”

  

Pacitan (03/07/2020), Acara rapat melalui media daring (Teleconference) yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dengan berbagai instansi Kelautan dan Perikanan Daerah di Indonesia baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten /Kota dengan tema Rencana Kegiatan Fasilitasi Kampung Nelayan pada tanggal 03 Juli 2020 pukul 09.00 WIB. Acara rapat tersebut dihadiri beberapa pejabat dan staf dari Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan terdiri dari Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Kepala Seksi Pemberdayaan Nelayan, Kepala Pengelolaan SDI, Penyuluh Perikanan Desa Kembang Pacitan dan staf. Rapat tersebut membahas tentang peningkatan fasilitasi Kampung Nelayan berupa infrastruktur Pengelolaan sampah, peningkatan kesehatan lingkungan, Air bersih dan Kenyamanan Lingkungan Kampung Pesisir. Pembangunan insfrastruktur ini rencananya menggunakan pendanaan kerjasama CSR (Corporate Social Responsibility) dari berbagai perusahaan seperti BRI (Bank Rakyat Indonesia), Bank Mandiri dan Jasindo.  Dari seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia di pilih 10 Kabupaten Kota dari berbagai Provinsi dan 5 Provinsi sebagai Dekon. Di Provinsi Jawa Timur satu-satunya kabupaten yang rencananya mendapatkan fasilitas ini adalah Kabupaten Pacitan, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan. Dalam rapat tersebut telah diuraikan oleh Kabid Perikanan Tangkap Kab. Pacitan tentang profil Desa Kembang dan karakter masyarakat Desa Kembang serta berbagai fasilitas yang ada di Desa Kembang baik yang kurang maupun yang sudah ada.

Pembinaan Sanitasi dan Hygiene di Kampung Nelayan Bersama DKP Prop Jatim

 

Ngadirojo (10/6/2020), Pembinaan sanitasi dan hygiene di kampung nelayan bersama DKP Prop Jatim di TPI Tawang desa Sidomulyo kec Ngadirojo yang dihadiri oleh DKP Provinsi Jatim Bakorwil I Madiun, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setkab Pacitan dan Kadis Perikanan Kab. Pacitan dengan peserta KUB Nelayan dari Kec. Sudimoro, Kec. Ngadirojo dan Kec. Kebonagung. Dalam acara tersebut dibagikan beberapa masker, sarung tangan dan tabung semprot disinfektan kepada beberapa perwakilan KUB (Kelompok Usaha Bersama) tersebar pada 3 kecamatan (Kebonagung, Sudimoro dan Ngadirojo).

MENGURANGI RESIKO PENYEBARAN COVID-19 DENGAN SOP NELAYAN ANDON

 

 

 

 

 

 

 

Pacitan (04/06/20), Nelayan andon adalah nelayan yang melakukan aktivitas penangkapan ikan di laut berpindah-pindah dari wilayah perairan satu ke wilayah perairan lain.  Dengan adanya pandemic COVID-19, Dinas Perikanan Pacitan menginisiasi sinergitas dengan pihak terkait untuk menyusun dan menerapkan Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 Dari Nelayan Andon di Kabupaten Pacitan Berupa SOP Nelayan Andon di Kabupaten Pacitan Selama Pandemi COVID-19.

Sesuai hasil rapat koordinasi terkait kesepakatan dan penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi nelayan andon di Kabupaten Pacitan selama masa new- normal pandemi covid-19 yang ditanda tangani pada tanggal 3 Juni 2020 oleh Kepala UPT PPP TAMPERAN Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. NINIK SETYORINI, MT  dan Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan Drs. SUMOROHADI, M.Si serta dihadiri oleh beberapa anggota Kamladu Tamperan (Keamanan Laut Terpadu) yang terdiri dari unsur TNI AL dan POLRI (Polairud), pemangku kepentingan di Kecamatan Pacitan (Camat dan Lurah), Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pacitan dan stake holder yang lain maka telah disepakati penetapan SOP bagi nelayan andon sebagai berikut :

BAGI KAPAL PERIKANAN DI WILAYAH KERJA UPT PPP TAMPERAN

  1. Pemilik kapal / pengusaha perikanan harus memiliki dokumen perizinan kapal sesuai aturan yang berlaku ;
  2. Sebelum mendatangkan Nahkoda beserta ABK Kapal (crew kapal) dari luar wilayah Kabupaten Pacitan, Pemilik kapal/juragan terlebih dahulu menginformasikan rencana kedatangan crew kapal kepada UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan dengan menyerahkan daftar list nama Nahkoda/ ABK Kapal;
  3. Nahkoda/ABK Kapal wajib membawa Surat Keterangan Boro Kerja dari Desa/Kelurahan atau Surat Pengantar Andon dari Dinas Perikanan Kabupaten asal dan Surat keterangan Sehat Puskesmas/ Rumah Sakit / dokter dari daerah asal serta Fotocopy KTP;
  4. Nahkoda/ ABK tidak boleh transit dimanapun langsung menuju ke Pelabuhan Perikanan Tamperan ;
  5. Kedatang Nahkoda/ ABK Kapal tiba di PPP Tamperan diupayakan pukul 07.00 WIB – 14.00 WIB selanjutnya dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan administrasi oleh petugas kesehatan pelabuhan ;
  6. Jika hasil pemeriksaan suhu tubuh nahkoda/ABK diatas 37,3 °C yang diperiksa berulang dengan jedah waktu 5 menit masih diatas 37,3 °C, maka yang bersangkutan ditolak untuk bekerja di Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan dan pemilik kapal/ juragan selaku penjamin berkewajiban untuk memulangkan yang berangkutan ke daerah asal.
  7. Setelah pemeriksaan suhu tubuh dan administrasi selesai, nahkoda dan ABK Kapal langsung naik kapal dan dilakukan karantina di atas kapal selama 14 (empat belas) hari terhitung sejak kedatangan dan dilarang untuk turun ke darat dengan alasan apapun. Segala keperluan Nahkoda/ ABK Kapal dipenuhi oleh pengurus kapal yang ditunjuk oleh pemilik kapal;
  8. Jika kapal datang melaut/ bongkar ikan kurang dari 14 (empat belas) hari maka akan dilakukan pemeriksaan ulang suhu tubuh nahkoda/ABK Kapal dan ABK tetap dikarantina di atas kapal (tidak boleh turun). Jika didapati suhu diatas 37,3 °C, dan diperiksa berulang dengan jedah waktu 5 menit masih diatas 37,3 °C, maka yang bersangkutan harus dipulangkan ke daerah asal ;
  9. Pemilik kapal/ juragan wajib mengisi formulir sebagai penanggung jawab Nahkoda/ ABK Kapal yang telah disiapkan oleh UPT PPP Tamperan;
  10. Kegiatan pengawasan terhadap nahkoda/ ABK/ andon dilakukan oleh petugas UPT PPP Tamperan, KAMLADU, dinas Perikanan Kab. Pacitan, Gugus Penangulangan Covid 19 dan petugas swakarsa lingkungan pelabuhan yang ditunjuk oleh Kelurahan Sidoharjo;
  11. Setelah masa karantina berakhir nelayan andon dapat beraktivitas secara normal dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak, menghindari berkerumun dan mengikuti peraturan yang berlaku di wilayah PPP Tamperan ;

BAGI KAPAL PERIKANAN DENGAN UKURAN < 5 GT

  1. Pengusaha Perikanan / nelayan andon melaporkan rencana kedatangan nelayan andon kepada Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan dengan membawa kelengkapan administrasi sebagai berikut :
  2. Surat pengantar andon dari Dinas Perikanan asal ;
  3. Surat keterangan sehat dari PUSKESMAS / Rumah Sakit daerah asal
  4. Identitas Kapal berupa PAS kecil / Surat Registrasi Kapal dari Dinas Perikanan Kabupaten Asal ;
  5. FC KTP nelayan andon ;
  6. Identitas pengusaha perikanan yang bertanggung jawab di Pacitan ;
  7. Pengusaha perikanan harus menyiapkan rumah andon khusus untuk menampung nelayan andon jauh dari pemukiman warga ;
  8. Pengusaha perikanan melaporkan kedatangan nelayan andon kepada Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan dan Kepala Desa/Lurah tujuan andon ;
  9. Setelah melalui pemeriksaan dari Gugus Covid Kab. Pacitan di wilayah perbatasan, nelayan andon tidak boleh transit dimanapun langsung menuju ke rumah andon ;
  10. Kedatang nelayan andon diupayakan pukul 07.00 WIB – 14.00 WIB selanjutnya dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan administrasi oleh petugas Dinas Perikanan atau petugas dari Desa tujuan andon ;
  11. Jika didapatkan hasil pemeriksaan suhu tubuh nelayan andon diatas 37,3 °C (sesuai covid 19) yang diperiksa berulang dengan jedah waktu 5 menit masih diatas 37,3 °C, maka yang bersangkutan ditolak dan pengusaha perikanan wajib memulangkan yang bersangkutan ke daerah asal.
  12. Setelah pemeriksaan suhu tubuh dan administrasi selesai, nelayan andon langsung dilakukan karantina di rumah andon selama 14 (empat belas) hari terhitung sejak kedatangan dan hanya diperbolehkan beraktivitas untuk melaut ;
  13. dilarang untuk beraktivitas di luar rumah andon. Segala keperluan nelayan andon dipenuhi oleh pengusaha perikanan yang bertanggung jawab ;
  14. Selama 14 (empat belas) hari dilakukan pemeriksaan suhu setiap hari oleh Petugas yang ditunjuk. Jika didapati suhu tubuh di atas 37,3 °C, maka nelayan andon tersebut dipulangkan ke daerah asal ;
  15. Pengusaha perikanan wajib mengisi formulir sebagai penanggung jawab nelayan andon yang telah disiapkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan ;
  16. Setelah masa karantina berakhir nelayan andon dapat beraktivitas secara normal dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak, menghindari berkerumun dan mengikuti peraturan yang berlaku di lingkungan setempat ;
  17. Kegiatan pengawasan terhadap nelayan andon dilakukan oleh petugas dinas Perikanan Kab. Pacitan, KAMLADU, Gugus penangulangan Covid 19 dan petugas swakarsa yang ditunjuk oleh Pemerintahan Desa setempat  ;

Dengan adanya SOP Nelayan Andon tersebut diharapkan Kabupaten Pacitan akan semakin aman dari penyebaran virus Corona sehingga masyarakat tidak akan merasa was-was dengan kehadiran nelayan andon dalam beraktivitas di Pacitan.