Sosialisasi Implementasi Aplikasi NELPIN atau Nelayan Pintar Aplikasi Berbasis Android Oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Bekerjasama Dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan

Pacitan (20/10/2016), Sosialisasi Aplikasi Nelayan Pintar (Nelpin) pada Kabupaten Pacitan oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan yang telah diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2016 yang mengundang stake holder masyarakat  kelautan dan perikanan termasuk berbagai instansi seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Pacitan dan UPT PPP (Pelabuhan Perikanan  Pantai) Tamperan Pacitan Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Aplikasi Nelpin sendiri  merupakan aplikasi berbasis android yang dibangun dan dikembangkan pada tahun 2015 oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung nelayan dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan. Aplikasi ini menggabungkan berbagai informasi berbasis android, seperti informasi peta prakiraan daerah penangkapan ikan (PPDPI), informasi cuaca, informasi kesuburan perairan, dan informasi harga ikan.

Tahun 2016 Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pengembangan aplikasi ini, dengan nama Sistem Informasi Kenelayanan Aplikasi Nelayan Pintar, dengan perubahan pada beberapa fungsi informasi seperti informasi peta prakiraan daerah penangkapan ikan (PPDPI), informasi cuaca, gelombang dan angin, informasi pelabuhan, harga ikan serta adanya menu prakiraan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan menu Bantuan. Perubahan ini mengacu pada kebutuhan nelayan dalam aktifitas kenelayanannya.

Sumber informasi data yang terdapat pada aplikasi Nelpin bekerjasama dengan :

  • Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL) – KKP di Perancak, Bali.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
  • Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (KKP)

 

Spesifikasi Teknis

Berikut adalah spesifikasi minimum Handphone (HP) untuk aplikasi nelayan pintar.

Perangkat Keras                                               : HP Smartphone layar sentuh

Sistem Operasi                                                 : Android 4.0 (Ice Cream Sandwich)

Jaringan                                                            : 3G DC-HSPA +.

                                                                           GSM/WCDMA Quad-Band for Worldwide –

                                                                           Data Roaming 850/900/1800/1900MHz.

                                                                           Wi-Fi direct

Konektivitas                                                     : Micro USB

                                                                             Micro SD Card

Navigasi                                                           : GPS dan GLONASS

SIM Card                                                          : GSM sim card

Baterai                                                              : Lithium

 Bagi masyarakat kelautan dan perikanan Kabupaten Pacitan jika membutuhkan petunjuk teknis penggunaan aplikasi berbasis android pada handphone bisa menghubungi Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan. (Bambang M. dan ZK)

KUNJUNGAN DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN PULAU TALIABU PROVINSI MALUKU UTARA DALAM RANGKA STUDI BANDING DI KABUPATEN PACITAN

Pacitan (24/08/2016), Kunjungan kerja dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara ke Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pacitan dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2016 sampai tanggal 26 Agustus 2016 sebanyak 21 orang yang terdiri dari pendamping, pelatih, penyuluh dan nelayan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah ingin melihat secara langsung serta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Pacitan yang mengelola hasil-hasil kelautan dan perikanan untuk nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Pulau Taliabu. Sebagai UKM based training center pada acara ini ditunjuk UD. Eza Mandiri atau lebih dikenal sebagai Tahu Tuna Pak Ran dalam memberikan pelatihan kepada peserta dari Kabupaten Pulau Taliabu. Diharapkan pada masa yang akan datang akan dapat berlanjut hubungan baik antara dua kabupaten ini. ZK

SELAMATKAN TERUMBU KARANG, PENYULUH, POKWASMAS, KUB DAN DKP PACITAN LAKUKAN KONSERVASI

PACITAN (11/8/2016)  

Terumbu karang, merupakan ekosistem khas daerah tropis, yang menghasilkan berbagai produk ekonomi penting seperti berbagai jenis ikan karang, udang karang, alga, teripang, dan kerang mutiara. Hal ini terjadi karena terumbu karang adalah kolam bagi produk diatas, yang mampu menahan nutrien laut luar.

Sadar tentang hal tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pacitan dan Dinas Perikanan Kelautan Propinsi Jawa Timur bersama petugas lapangan (penyuluh) dan didukung oleh Pokwasmas juga KUB dalam beberapa tahun terakhir ini giat melaksanakan konservasi terumbu karang di sepanjang perairan Pacitan. “Usaha konservasi terumbu karang menjadi salah satu agenda utama kami untuk menjaga ketersediaan sumberdaya ikan. Pada tahun 2013 DKP Pacitan melakukan transplantasi buatan terumbu karang dengan metode bio rock. Sedangkan pada tahun 2015 dan tahun 2016 bekerjasama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur melakukan transplantasi terumbu karang total 200 block. Semuanya kami lakukan di lokasi Pantai Tawang-Ngadirojo” terang Ahmad Fauzi, Kasi Konservasi dan Pengelolaan Pesisir DKP Pacitan.

Perlu diketahui, luas keseluruhan terumbu karang di perairan Pacitan mencapai 11,51 Ha, yang terbagi diantaranya di Pantai Srau, Pantai Watukarung, Pantai Klayar, Teluk Siwil, dan Tannjung Tiang Centakan, luasan tersebut terbentang di 7 kecamatan pesisir.

“Terumbu karang, selain menghasilkan produk ekonomi, juga bisa menghasilkan pemandangan yang luar biasa. Jika itu kita rawat, dapat menjadi tempat tujuan wisata yang luar biasa” jelas Ahmad disela aktifitasnya .

Sementara itu, Kabid sumberdaya kelautan Bambang Mahaendra, turut menjelaskan, pada bulan Mei ini Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan akan melakukan transplantasi terumbu karang di pantai Tawang sejumlah 120 blok. Kegiatan transplantasi tentunya tidak terlepas dari keterlibatan Penyuluh Perikanan sebagai tenaga teknis, Pokmaswas sebagai pengawas dan KUB sebagai penanggung jawab dari terumbu karang.

UJI TERAP PETI INSULASI BERPENDINGIN UNTUK KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA (ALTIS-2) OLEH LOKA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MEKANISASI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN LPPMPHP DI KABUPATEN PACITAN

Pada tanggal 1 Desember 2015 telah dilaksanakan kegiatan serah terima ALTIS-2 kepada volunteer (pedagang ikan keliling). ALTIS-2 merupakan kontainer pengangkut ikan yang dilengkapi sistem pendingin ringan bertenaga baterai, oleh pedagang keliling, mampu mempertahankan suhu dan kesegaran ikan hingga ke tangan konsumen. Umumnya kegiatan transportasi yang dilakukan oleh pedagang ikan keliling adalah menggunakan styrofoam box atau blong plastik yang direkayasa dipasang disamping belakang sepeda motor. Material kontainer tersebut tidak memenuhi standar higienis karena permukaan styrofoam memiliki porositas yang besar sehingga memungkinkan kotoran menempel dan sulit dibersihkan, selain itu penggunaan blong plastik juga tidak ergonomis dan dapat menyebabkan keseimbangan berkendara terganggu serta memberikan kesan kotor/kusam. Melihat banyaknya pelaku pedagang ikan keliling di berbagai daerah di Indonesia dengan peralatan sederhana tersebut, maka peneliti LPPMPHP mengembangkan rancang bangun alat transpotasi ikan segar untuk motor roda dua (ALTIS 2), yang terdiri dari kontainer insulasi yang dilengkapi pendingin yang dapat dirangkai dengan sepeda motor roda dua. Material kontainer ALTIS – 2 dibuat dari komponen bahan-bahan yang ringan namun kuat untuk digunakan dalam praktek penjualan ikan keliling. Secara umum, dinding kontainer terbuat dari bahan plat alumunium dengan sistem insulasi menggunakan polyuretan. Sedangkan sistem pendingin dipasang di dalam dinding kontainer menggunakan thermoelectric cooler (TEC). Untuk mendapatkan bobot yang ringan, rangka dudukan (bracket) kontainer dibuat dari bahan plat/batang alumunium. Performa ALTIS-2 ALTIS-2 digunakan untuk ikan yang telah dingin sebelum dijajakan oleh pedagang ikan keliling (telah di es atau disimpan beku). Alat ini mampu mempertahankan suhu ikan 3 – 40C selama kegiatan, dengan waktu keliling hingga 4 – 5 jam, serta mampu menampung ikan sebanyak 60 Kg. Selain lebih higienis dan lebih kuat secara fisik, keuntungan menggunakan ALTIS 2 yaitu pedagang tidak perlu membawa es untuk mempertahanan suhu ikan. Dengan adanya ALTIS-2 ini diharapkan bisa menjadi sarana yang bermanfaat bagi pedagang ikan di Pacitan karena akan terkesan bersih dan modern sehingga menarik para konsumen/pelanggan untuk membeli dan dapat menaikkan omzet pedagang ikan di Pacitan.