PANCING ULUR (HAND LINE)

Pacitan (11/08/18),  Alat Tangkap Pancing Ulur (hand line) – Pancing ulur (hand line) memiliki struktur serta cara operasi yg paling sederhana. struktur alat terdiri atas tali pancing (lines), pancing (hook), serta umpan (bait). berukuran mata pancing serta besarnya tali disesuaikan dengan besarnya ikan yg menjadi tujuan penangkapan. Jenis tali yang biasa dipergunakan adalah tali monofilament dengan diameter yg beraneka ragam menurut jenis ikan. panjang tali diubah disesuaikan dengan kedalaman renang (swimming layer) ikan tujuan penangkapan. Indera tangkap ini dilengkapi dengan pemberat yang terbuat dari timah. perahu yang digunakan ukuran mungil, terbuat asal kayu atau fiber, kadang menggunakan mesin atau layar. Cara operasi pancing tangan sangat sederhana, yaitu tali diulurkan kedalam perairan sampai kedalaman eksklusif, yaitu kedalaman yang diperkirakan menjadi kedalaman renang ikan tujuan penangkapan. selanjutnya ikan memakan umpan yg ditandai menggunakan adanya sentakan-sentakan mungil pada tali pancing, tali pancing dihentakkan buat membentuk mata pancing terkait pada bagian lisan ikan, tali pancing ditarik dan  ikan akan tertangkap. Hasil tangkapan pancing tangan hand line bervariasi tergantung ukuran mata pancing, namun biasanya ikan yg termasuk kedalam gerombolan  karnivora (pemakan daging) mirip cakalang, tongkol, tuna, kerapu, dan  sebagainya.

Deskripsi Alat Tangkap

Alat tangkap pancing hand line merupakan alat pancing уаng sangat sederhana. Pancing іnі terdiri dаrі pancing, tali pancing, dan umpan. Jumlah mata pancingnya satu buah dараt јugа lebih. Pancing іnі dalam pengoperasiannya dараt menggunakan umpan alami maupun buatan. Pada ukuran pancing disesuaikan dеngаn besarnya ikan уаng аkаn ditangkap.

Metode Penangkapan Pancing Hand Line

Proses penangkapan dеngаn menggunakan pancing ulur memiliki beberapa tahapan yaitu, persiapan, mencari umpan, proses penangkapan ikan tenggiri, dan kembali dаrі fishing ground menuju tempat pendaratan ikan. Metode pengoperasian pada pancing hand line umumnya ѕаmа dengan metode pada pengoperasian pada alat tangkap lainnya. Sеtеlаh ѕеmuа persiapan selesai telah selesai dan telah tiba pada suatu fishing ground уаng telah ditentukan. Setting diawali dеngаn penurunan pelampung bendera dan penebaran tali utama, selanjutnya dеngаn penebaran pancing уаng telah dipasang umpan.
Rata-rata waktu уаng digunakan untuk melepas pancing 0,6 menit/pancing. Pembuang atau Pelepasan pancing hand line dilakukan mеnurut garis yang menyerong atau tegak lurus pada arus. Sedangkan Penarikan alat tangkap pancing dilakukan јіkа telah berada dalam air selama 1-6 jam. Penarikan dilakukan dengan menggunakan line hauler atau juga bisa dengan cara ditarik menggunakan tangan biasa (manual). Operasi penangkapan pancing ulur ini dilakukan pada malam hari dan tahap persiapan dimulai sejak siang hari sampai sore hari. Nelayan berangkat pukul 16.00 WIB dan kembali kepelabuhan pada pukul 06.00 atau pukul 10.00 WIB.

Gambar Spesifikasi Teknis Pancing Ulur (Hand Line)

PANCING RAWAI (LONG LINE)

-Gambar Spesifikasi Pancing Rawai di Kabupaten Pacitan


Pacitan (09/08/18) Pancing Rawai adalah salah satu bentuk alat penangkap ikan yang sangat dikenal masyarakat nelayan di Indonesia bahkan dunia. Oleh sebagian nelayan dipantai selatan P. Jawa, pancing ini dikenal dengan sebutan “Pancing Rawe“. Dari bentuk dan cara operasionalnya, pancing rawai ini lazim digunakan dalam usaha penangkapan ikan skala menengah (medium scale fishery) dan skala besar (large scale dishery). Namun kenyataan di lapangan menunjukkan, banyak nelayan kecil juga turut mengoperasikannya meski dalam bentuk yang berbeda/lebih kecil.
Secara fisik, satu unit/rangkaian pancing rawai terdiri atas : Tali utama (main line) yang panjangnya dapat mencapai ribuan meter. Kemudian pada jarak tertentu, secara berderet pada tali utama itu digantungkan tali cabang (branch line) dengan panjang tertentu, yang pada tiap ujungnya telah diberi mata kail. Lalu pada titik-titik tertentu dari ujung hingga kepangkal diberi pelampung dan pemberat.
Selanjutnya, pengoperasian pancing ini dilakukan dengan menggunakan kapal yang telah dilengkapi dengan peralatan mekanis, yang berfungsi untuk menurunkan dan menaikkan pancing rawai keatas kapal (Haulling), serta dilengkapi alat pendingin untuk menyimpan hasil tangkapan dipalkanya.
Pancing rawai dapat dioperasikan siang dan malam sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Caranya dengan Dilabuh, dihanyutkan atau ditarik /ditonda dibelakang kapal, dengan menyusuri lapisan permukan air, lapisan tengah/dalam maupun dasar perairan, sesuai dengan sasaran yang akan dicapai.
Hasil tangkapan yang didapat pada tiap jenis pancing rawai di Kabupaten Pacitan, tidak terbatas hanya pada satu jenis ikan saja, tapi bisa bermacam-macam seperti : Manyung, Layur, Pari dan cucut, dan sebagainya. Di Indonesia khususnya di Kabupaten Pacitan dikenal ada beberapa jenis pancing rawai yang sering dioperasikan oleh nelayan, seperti : Rawai Cucut, Rawai tegak lurus dan lain sebagainya.

Spesifikasi Teknis Pancing Rawai

 

Bahan :

ML (Main Line)              :   Senar Monofilament

BL (Branch Line)           :   Senar Monofilament

Jangkar Pemberat       :   Baja Tahan Karat/ Timah

Pelampung                   :   Resin

 

Ukuran :

ML (Main Line)              :   MF No. 150/6000

BL (Branch Line)           :   MF No. 90/1500

Tali Pelampung           :   PE 4 mm

Mata Pancing (Hook) :   No. 5

Panjang tali ML            :   > 1000 m

Panjang tali antar BL   : 2 – 4.5 m

 

Jumlah :

Jumlah mata pancing (hook) : 300 biji

KONSULTASI PUBLIK PROFILING REKLAMASI

        

 

 

 

 

 

Tulungagung (08/08/18), Konsultasi Publik Profiling Reklamasi di Pesisir Selatan Jawa Timur meliputi Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Malang diadakan di Tulungagung pada hari Selasa tanggal 07/08/2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan diwakili oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Bapak Bambang Marhaendrawan, S.Pt, MM. Tujuan diadakannya acara ini adalah memberikan sosialisasi tentang kajian reklamasi di daerah selatan Jawa Timur (5 Kabupaten) yang menghasilkan sebuah kesimpulan bahwasanya 5 (lima) Kabupaten tersebut tidak layak untuk dilakukan reklamasi pantai berdasarkan parameter oceanografi (kontur, kedalaman, arus, ombak, dan tingkat sedimentasi serta pasang surut), banyak menjadi kawasan konservasi dan geografis daerah selatan Jawa Timur.

PENANAMAN MANGROVE DI PANCERDOOR PACITAN

        

Pacitan (07/08/18), Selain membangun dam pemecah ombak, salah satu upaya alamiah yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi adalah menanam pohon di sepanjang garis pantai. Mangrove merupakan jenis tanaman dengan sistem perakaran yang kompleks, rapat, dan lebat, sehingga dapat memerangkap sisa-sisa bahan organik dan endapan yang terbawa air laut dari bagian daratan. Proses itu juga menyebabkan air laut terjaga kebersihannya dan dengan demikian memelihara kehidupan padang lamun (seagrass) dan terumbu karang. Mangrove juga dapat membentuk daratan karena endapan dan tanah yang ditahannya sehingga menumbuhkan perkembangan garis pantai dari waktu ke waktu. Pertumbuhan mangrove memperluas batas pantai dan memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di wilayah daratan. Akar pohon mangrove juga menjaga pinggiran pantai dari bahaya erosi dan diharapkan bisa ikut mengatasi buruknya ekosistem di wilayah pantai dan tambak. Dalam jangka panjang penanaman Mangrove untuk jenis tertentu (misalnya: mangrove jenis TUMU) juga diharapkan bisa membawa manfaat bagi para pengrajin batik di Indonesia, yaitu dengan menggunakan daunnya sebagai salah satu bahan pewarna batik. Kerimbuhan hutan mangrove kemudian mengundang kedatangan satwa untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak, mulai dari kepiting raksasa, udang, kerang, ikan, biawak, buaya, tawon sengat, monyet, burung bangau hingga bagi hutan. Selain itu hutan mangrove ini juga nyaman bagi koloni lebah madu.

Dari sekian manfaat konservasi alam dengan penanaman pohon mangrove/bakau tersebut Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan penanaman bibit mangrove sebagai salah satu vegetasi pantai sebanyak 16.000 pohon di Pancerdoor Sebelah Timur Kecamatan Pacitan, yang melibatkan  berbagai kelompok masyarakat pesisir termasuk KUB (Kelompok Usaha Bersama), HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Cabang Pacitan, Penyuluh Perikanan KKP dan masyarakat pesisir lainnya. Diharapkan dengan penanaman ini akan membentuk green belt sebelah timur dari Pancer door.

GERAKAN PESISIR BERSERI

  

Pacitan (27/07/18) Gerakan Pesisir Berseri di Pantai Ngiroboyo Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan diselenggarakan pada hari Jumat tanggal 27 Juli 2018 oleh Pemerintah Provinsi jawa Timur Dinas Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan. Tujuan gerakan ini adalah penanaman vegetasi pantai jenis Casuarina Equisetifolia (Cemara Udang) sebagai bentuk usaha dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan mitigasi bencana di Pantai Ngiroboyo Pacitan. Dalam kesempatan ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta dan panitia yang menanam secara aktif bibit cemara udang sebanyak 4000 batang pohon yang ditanam di beberapa lokasi disekitar Pantai Ngiroboyo.

Acara tersebut dihadiri oleh pejabat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dinas Perikanan Kabupaten Pacitan, Camat Donorojo, Kepala Desa Sendang, Kalak, Widoro dan Dersono, Danramil Donorojo dan Kapolsek Donorojo, Pokmaswas Sekawi Mulyo dan Kelompok Nelayan dari 4 desa.